kopiah
August 19th, 2008
(taken from Becak, JTV)
Seorang bapak tua yang mengendarai motor dan mengenakan kopiah menghentikan motornya di suatu tempat. lalu ia didatangi oleh seorang reporter televisi
Reporter TV (RTV) : “Pak kenapa kok ndak pake helm?”
Bapak Kopiahan (BK) : “lho, kan saya sudah pake kopiah”
RTV : “lho, kok pake kopiah sih pak?”
BK : “iya, soalnya kopiah lebih kuat dari helm”
RTV : “kok bisa pak?”
BK : “helm dibanting bisa pecah, sedangkan kopiah dibanting kan masih utuh”
RTV : “#^#$#$*(&(^&^%….”
apa-apaan ini?
August 12th, 2008
ada apa ini? kenapa aggregator dagdigdug yang mestinya berisi post terbaru dari member yang seharusnya berupa tulisan-tulisan bermutu dari membernya, sekarang tak ubahnya seperti top post wordpress indonesia. kalo mo bikin post esek-esek, mbok ya tempatin di hostingan sendiri, puas-puasin sana kalo mo post sampe njengking, jangan disini…
*sedih*
tak terasa, sudah setahun
August 12th, 2008
iya, tidak terasa bahwa blog saya di wordpress.com tepat berusia satu tahun pada hari ini. itupun saya ketahui secara tidak sengaja, ketika melihat tanggal post pada post pertama saya yang menunjukkan tanggal 12 agustus 2007.
dalam usianya yang sudah menginjak satu tahun. blog saya belum banyak memuat tulisan. karena juga banyaknya kesibukan akademis dan agenda lain yang lebih penting. tak heran, seringkali blog ini saya tinggalkan dalam waktu yang cukup lama, bahkan pada awal pembuatan, setelah post pertama, kegiatan vakum selama 3 bulan. untuk selanjutnya, saya berharap bahwa dalam waktu-waktu senggang, saya diberi kesempatan untuk menjalankan hobi saya ini sekaligus bisa memberikan manfaat bagi anda yang berkunjung. hitung-hitung juga untuk melatih kemampuan menulis, betul tidak?
apa kabar sekolahku?
August 12th, 2008
apa kabar sekolahku? pertanyaan yang kuajukan kepada almamater tercinta, yang telah mengantarku duduk di tempat ini, saat ini. sudah sekian lama raga ini tidak mengunjungi. ( walah, lha wong pulang ke rumah saja jarang…
)
karena badan tak kuasa hadir, maka izinkan jemari menari, mengetik sederet kata. hupla, bukan rindu yang terobati, justru….
tak papa, mungkin lain kali. semoga kelak akan bertemu lagi.
harapku, semoga engkau tetap berprestasi, mencetak pemuda-pemudi harapan negeri.